Sejarah SMA Negeri 27 Jakarta
SMA Negeri 27 Jakarta Pusat awalnya Filial dari SMA Negeri 4 Jalan Batu, Kecamatan Gambir, pada bulan Agustus 1976 dengan terdiri dari 2 (dua) kelas dan dipimpin langsung oleh Bapak MTS Tambunan sampai akhir tahun 1977. Pada tahun 1978 sampai dengan tahun1980 pimpinan sekolah dipercayakan kepada Bapak S. Siagian.
Pada tanggal 1 April 1979 berganti nama menjadi SMA Negeri 27 Jakarta dengan SK. No. 0789/O/1979. Pengesahan dari Kanwil Depdikbud pada tanggal 3 Seoptember 1979, dengan local kelas berjumlah 8 kelas dan menempati gedung di SLTP Negeri 2 Jakarta Pusat Jalan Mardani Raya, Johar Baru, Jakarta Pusat.
Tahun 1980 sampai dengan 1983 SMA Negeri 27 dipimpin oleh Bapak Sudjono Djayusman. Tahun 1983 sampai dengan tahun 1991 SMA Negeri 27 dipimpim olehIbu Dra. P. Situmorang dan pada awal kepemimpinan beliau, SMA Negeri 27 berpindah ke gedung baru (yang ditempati sekarang) dengan jumlah lokal kelas sebanyak 28 kelas.
Tahun 1991 sampai tahun 1996 estafet kepemimpinan SMA Negeri 27 Jakarta dipegang oleh Bapak Drs.D. Sianipar. Tahun 1996 tampuk kepemimpinan di kendalikan oleh Bapak Drs. Suratno sampai tahun 1999. Pada masa kepemimpinan beliau terjadi perubahan fisik bangunan yang sangat menyolok sehingga SMA Negeri 27 Jakarta menjadi sekolah yang elegan, bersih, indah serta rapi. Juga dibangun sebuah Masjid Nurul Iman disamping depan pintu Masuk lokasi.
Tahun 1999 sampai tahun 2003 kepemimpinan SMA Negeri 27 dipimpin oleh Bapak Drs. Isna Pandija, MM. Dan pada bulan April tahun 2003 sampai bulan Januari tahun 2006 dipimpin oleh Bapak Drs. I Wayan Djineng. Dibawah kepemimpinan beliau terjadi perbaikan managemen sehingga diharapkan SMA Negeri 27 Jakata akan menjadi sekolah pendamping uggulan di wilayah Jakarta Pusat.
Tahun 2006 sampai tahun 2009 kepemimpinan SMA Negeri 27 dibawah kendali Ibu Dra. Hj. Nur Hidayati.
Tahun 2009 sampai awal tahun 2010 kepemimpinan dipegang oleh Bapak Drs. H. Luthfi, dan tak selang lama kepemimpinan telah diserah terimakan kepada Bapak Drs. Supena.
Tahun 2010 sampai akhir 2011 kepemimpinan diserah terimakan kepada Dra. Hj. Endang Sri Hartini, M.Si. Dibawah kepemimpinan beliaulah terjadi perubahan besar pada SMA Negeri 27 yaitu direnovasinya gedung lama SMAN 27 yang sebelumnya berlantai 2 menjadi 4 lantai. Pembangunan gedung dimulai tahun 2012 sampai dengan tahun 2014. Pada masa inilah banyak terjadi peningkatan di segala bidang. Hingga pada bulan April 2014 kepemimpinan Ibu Dra. Hj. Endang Sri Hartini, M.Si diserah terimakan kepada Bapak Drs. Sri Rejoko, M.Pd.
Masa kepemimpinan beliau ada slogan yang canangkan yaitu “Tiada Minggu Tanpa Prestasi” sehingga slogan ini bisa menjadi motivasi bagi para siswa-siswi dalam meraih prestasi baik di bidang akademik dan non akademik. Masa kepemimpinan Bapak Sri Rejoko, M.Pd berakhir pada bulan Mei 2016 yang di serah terimakan kepada Bapak Zulhamshah, S.Pd, M.Si.
Filosofi beliau adalah “ Rumah makan Padang” artinya Apa yang bagus di SMA Negeri 27 boleh di promosikan ke masyarakat dan Apa yang kurang bagus biarlah menjadi perbincangan di dalam rumah sendiri. Bapak Zulhamshah memimpin SMAN 27 hingga bulan Juli 2017 yang kemudian yang kepemimpinannya diserah terimakan kepada Bapak Drs. Firdaus, M.Pd.
Beliau terkenal dengan kesabarannya selalu membimbing dan mengarahkan baik siswa-siswi dan para guru. Bapak Firdaus wafat dalam melaksanakan tugas kepemimpinan di SMAN 27 Jakarta pada bulan Juli 2018. Kemudian pada September 2018 kepemimpinan SMA Negeri 27 diserah terimakan kepada Ibu Tantin Indartini S.Pd, MM. Beliau adalah kepala sekolah yang berorientasi pada wawasan lingkungantetapi tetap mengedepankan kualitas serta output dari siswa – siswa SMAN 27. Ibu Tantin memimpin SMAN 27 hingga bulan Agustus 2021 kemudian yang kepemimpinannya diserah terimakan kepada Ibu Sri Widayah, M.Si. Beliau masih memimpin SMA Negeri 27 hingga saat ini.